Popular Posts

Saturday, December 1, 2012

Contoh penerapan peran perawat


  oleh Purwiyunita DKK
Keperawatan FIK UMS


Contoh penerapan peran perawat caregiver dan klien advocad di klinik dan di komunitas.
Contoh kasus di klinik:
Ada pasien fraktur post amputasi dirawat di bangsal bedah RS. Narsis. Ini adalah hari kedua post amputasi, semenjak klien sadar kakinya di amputasi, klien teriak teriak tidak jelas, menyesali keadaanya, meskipun sebelumnya sudah menyepakati informed concent klien merasa tidak menerimanya, perawat satu persatu mendatanginya untuk menenangkannya, tetapi klien tidak bisa tenang. Pada waktu injeksipun klien dipengangi oleh beberapa orang supaya obat masuk. Perawat jaga tampak malas untuk mengganti alat tenun, sehingga tampak dekil. Hari ke empat klien menjalani operasi lagi, awalnya tidak mau tetapi dibujuk keluarga, post op, klien menjerit histeris lagi tetapi tidak berlangsung lama, kemudian perawat supervise masuk berniat untuk menenangkan, perawat kaget dengan kondisi kamar klien yang tampak tidak diurus, dan bisa menimbulkan infeksi, keluarga juga mengutarakan atas buruknya pelayanan di rumah sakit. Akhirnya perawat supervise tadi berjanji akan menindak lanjuti masalah ini. àperawat supervise tadi mengadakan diskusi terkait hal ini kepada manager, tentang pola asuhan yang demikian buruk, pendekatan spiritual, social, bio, serta psikologi tidak tercermin di sini. Critical thinking dipertanyakan, dan setelah catatan keperawatan di cek ternyata tidak sesuai dengan kenyataan pada klien. Pengkajian, intervensi dan implementasi serta evaluasi hanya karangan belaka, hal ini sebenarnya sangatlah penting karena kondisi klien yang rentan akan infeksi. Perawat supervise tadi bilang, “anda sebagai klien berhak complain terhadap hal apa saja terkait perawatan baik oleh dokter maupun perawat, karena itu adalah hak anda”. Perawat supervise tadi memberi ultimatum kepada perawat pelaksana kalau hal ini tidak segera dibenahi, maka akan dibawa urusannya di dewan direksi. Dan akhirnya kepala ruang sebagai penanggungjawab akan menghandle langsung proses keperawatan, yang benar benar dilakukan oleh tim perawat

Contoh kasus di komunitas:.
Di desa majumundursuka, terdapat pasien terbanyak TB. Tim keperawatan komunitas datang akan melakukan pengkajian terkait kondisi agregat penderita TB yang demikian banyak. Pengkajian selain dilakukan pemeriksaan fisik juga dilakukan pemeriksaan kondisi rumah. Banyak warga yang menginginkan secara pasti bagaimana pengobatan TB. Akhirnya dilakukan penyuluhan tentang alur pengobatan TB dan segala aspek terkait. Perawat tadi juga menjelaskan menjelaskan tentang system administrasi kesehatan mulai dari asuransi kesehatan, jaminan kesehatan dari pemerintah. Dia juga memberikan kesempatan bila warga perlu didampingi, akan di dampingi, dan sewaktu waktu ada yang janggal dengan system administrasi akan dibantu penuntasannya. Bila selama proses pengobatan baik di puskesmas dan di rumah sakit tidak menunjukkan hasil yang kurang memuaskan, perawat tadi akan memberikan solusi tentang sarana-sarana kesehatan beserta fasilitas yang ada sesuai dengan kemampuannya. Hari hari selanjutnya berfokus pada pengkajian dan penggalian masalah untuk meminimalkan masalah berlanjut seperti kondisi lingkungan rumah, sanitasi, dan kebiasaan yang buruk seperti merokok. Setiap keluarga diberi solusi untuk memodifikasi kondisi rumah semampunya dan hal hal yang bersifat segera seperti atap (penerangan), jendela, jamban/pengairan. Proses keperawatan berlanjut sampai evaluasi.



No comments:

Post a Comment